Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis
Waktu:2026-07-30 06:44:09 Sumber:HiburanDibaca (143)

KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Suasana pabrik perakitan motor listrik Polytron
Masih Ada Kendala
Martin menjelaskan, Indonesia belum memiliki produksi sel baterai format roda dua dalam skala komersial. Selain itu, Indonesia juga belum memproduksi magnet permanen berbasis tanah jarang yang digunakan pada motor penggerak listrik.
Kendala lain adalah belum adanya fasilitas fabrikasi semikonduktor daya untuk memproduksi controller motor listrik di dalam negeri.
Tanpa tiga komponen strategis tersebut, pengembangan motor listrik murni buatan Indonesia akan sangat sulit dilakukan tanpa ketergantungan pada pemasok luar negeri.
KOMPAS.com/ADITYO WISNU Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium.
Integrasi Dinilai Lebih Realistis
Menurutnya, skenario terbaik yang paling realistis saat ini adalah Indonesia menguasai desain kendaraan, pembuatan rangka, integrasi sistem, proses perakitan, serta merek.
Sementara itu, komponen seperti sel baterai, magnet permanen, dan perangkat elektronika daya masih harus diimpor.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tetap merupakan capaian penting bagi industri nasional, karena menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengintegrasikan berbagai sistem kendaraan listrik menjadi produk yang siap digunakan.
United United E-Motor TX3000
"Itu tetap sebuah pencapaian, tetapi harus dinamai dengan tepat: penguasaan integrasi, bukan penguasaan teknologi penuh," kata Martin.
Pernyataan ini memberi gambaran bahwa jika pemerintah meluncurkan motor listrik nasional dalam waktu dekat, kemungkinan besar produk tersebut bukan motor yang seluruh teknologinya dikembangkan dari nol di Indonesia.
Model yang lebih mungkin adalah kendaraan dengan desain dan integrasi lokal, tetapi masih memanfaatkan sejumlah komponen inti dari luar negeri.
Sebelumnya: Respons Cepat Dokkes Polres Jakpus Selamatkan Wanita yang Alami Pendarahan
Selanjutnya: Sejarah Tempe, Superfood Indonesia yang Sudah Ada Sejak Abad ke-16
Mungkin Anda suka
- AI Mulai Jadi Teman Belanja, Konsumen Kian Percaya Rekomendasinya
- Imbas Putusan MK, MUI Dorong Pemerintah Segera Buat Regulasi Turunan Izin Tambang
- Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikat SHM Rumah MBR, Ada Syaratnya
- Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Tersangka
- Usia Produktif Dominasi Kasus HIV di Sidoarjo, Dinkes Catat 3.767 ODHIV Berusia 25-40 Tahun
- Bias Nasionalisme Final Piala Dunia 2026 Argentina Vs Spanyol
- Bonatua Minta Pihak UGM Datang Mediasi Kasus Ijazah Jokowi: Kalau Tidak, Akan Deadlock
- Disebut Perlu Beri Kompensasi Gangguan Layanan Air ke Pelanggan, Ini Penjelasan PAM JAYA
- Liga Aspal Menteng Ubah Gang Sempit Jadi Panggung Bibit Sepak Bola