Cak Imin Puji Sekjen Golkar Berani Kritik NU: Kita Sama-sama Tak Ingin NU Salah Jalan
Waktu:2026-07-30 06:42:24 Sumber:PendidikanDibaca (143)

Cak Imin mengatakan, dirinya dan Sarmuji sama-sama berasal dari kalangan NU serta memiliki keinginan agar organisasi tersebut tetap berada di jalur yang benar.
"Jadi sama, saya dan Pak Sarmuji sama-sama orang NU yang tidak ingin NU salah jalan," ujarnya.
Ia kemudian berkelakar bahwa tidak banyak politisi yang berani menyampaikan kritik.
"Ini agak aneh, ya Politisi yang mengkritik itu ada. Tapi oke, kita inginnya yang terbaik," ucapnya.
Sebelumnya, Cak Imin menyatakan PBNU membutuhkan pemimpin baru yang lebih segar menjelang Muktamar NU.
"Ya pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh," ujar Cak Imin saat ditemui di Kemang, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
"Karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan," kata dia lagi.
Cak Imin dan Sekjen Golkar kritik NU
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji sebelumnya juga menyampaikan pandangannya mengenai posisi NU, dalam diskusi bertajuk Bincang-bincang Menjelang Muktamar NU: NU Masa Depan dan Masa Depan NU di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Sarmuji menilai NU sebaiknya lebih berperan sebagai kekuatan civil society yang memberi nasihat kepada negara, bukan terjebak dalam politik praktis.
"Maka dibutuhkan betul organisasi seperti NU yang bisa menasihati negara supaya tetap dalam track yang benar dengan cara yang lebih bisa diterima. NU tidak perlu sibuk siapa yang menang pemilu dan siapa yang menang pilpres.
NU tidak perlu khawatir tidak dapat berkat politik karena justru NU makin diperhitungkan kalau bermain di politik besar," ujar Sarmuji.
Ia juga berharap NU mengurangi keterlibatannya dalam "politik kecil" dan memperkuat peran dalam "politik besar" yang berorientasi pada kepentingan bangsa.
"Suka atau tidak suka, NU itu lekat dengan politik, sangat lekat.Tetapi, sebagai orang NU yang tidak berada di partai yang identik dengan NU, saya berharap kelekatan NU dengan politik kecil itu dikurangi, sebaliknya keterlibatan NU di politik besar harus makin diperkuat," tutur Sarmuji.
Sebelumnya: Bandara Husein Sastranegara Kini Layani Rute Langsung ke 8 Kota Indonesia
Selanjutnya: PayLater Bukan Uang Tambahan, Waspadai Risiko di Baliknya
Mungkin Anda suka
- Dominasi Spanyol dan Final Piala Dunia yang Sarat Makna Politik
- Bangun Infrastruktur Digital, Emiten Hashim Adik Prabowo (WIFI) Dapat Pengakuan Global
- Pemerintah Ingin Draf RUU Perampasan Aset Sesuai UUD ’45 dan KUHAP Baru
- Trump: AS Harus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi, Tanpa Meksiko-Kanada
- BMW di JLNT Antasari Diduga Mogok, Pemilik Diminta Segera Ambil ke Polres Jaksel
- Pasukan Iran Siap Menyambut AS Jika Pulau Kharg Diinvasi
- Transformasi Pelabuhan Pupuk Kaltim Andalkan Green Port dan Digitalisasi
- Anggota BPK RI Bobby Rizaldi Diperiksa KPK 9 Jam Usai Rumahnya Digeledah
- SDM Bersertifikat Minim, Sanitasi Indonesia Terendah di Asia Tenggara