Cerita Sailah, dari Tanah ke Hunian Layak Berkat Bantuan Pemprov Jateng
Waktu:2026-09-13 07:31:46 Sumber:PendidikanDibaca (143)

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!
"Ya, hari ini kita control RTLH di desa dampingan di Kebumen. Kita cek, kita pastikan bukan hanya rumahnya, tetapi juga bagaimana kondisi keluarganya," kata Taj Yasin dalam keterangan tertulis, Selasa .
Dalam kunjungan itu, Gus Yasin ini bukan hanya sekadar memastikan kondisi rumah yang telah diperbaiki, tapi juga untuk mengetahui mengenai kondisi ekonomi pemilik rumah.
Sejauh ini, kondisi ekonomi keluarga tersebut masih pas-pasan. Suami Sailah, Ade Suratman, saat ini merantau ke Cirebon, Jawa Barat, sebagai pedagang cilok. Sedangkan Sailah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penghasilan keduanya masih pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara, anak sulung Sailah yang telah lulus SMA, hingga kini belum memperoleh pekerjaan.
Mengetahui hal itu, Taj Yasin mengatakan Pemprov Jawa Tengah akan berupaya menghubungkan anak Sailah dengan berbagai peluang kerja dan peningkatan keterampilan. Mulai dari bursa kerja, pelatihan vokasi, hingga program magang, termasuk jika tersedia kesempatan magang ke Jepang.
"Anaknya sudah lulus SMA. Kita coba link-kan ke dunia usaha atau pekerjaan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sailah menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jateng atas perbaikan rumahnya, sehingga kondisinya menjadi lebih baik.
"Terima kasih banyak atas bantuannya. Rumah jadi bagus. Dulu rumah masih tanah, temboknya belum diplester. Sekarang sudah lebih layak," tutur Sailah.
Sementara itu, Ketua RT 02 RW 02 Desa Ayamputih, Edi Mulyanto menjelaskan bantuan RTLH senilai Rp 20 juta diperoleh melalui usulan dari tingkat RT yang diteruskan ke pemerintah desa hingga akhirnya disetujui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, dana bantuan tersebut dilengkapi dengan swadaya keluarga dan gotong royong warga sehingga renovasi rumah dapat diselesaikan dengan baik. Perbaikan meliputi penggantian atap, genteng, balok dan kaso, kusen pintu serta jendela, hingga pembenahan bagian depan rumah.
Meski rumah telah layak huni, Edi berharap perhatian pemerintah dapat terus berlanjut, terutama untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga Sailah.
"Kondisi rumah sudah jauh lebih baik. Sekarang harapan kami, Bu Sailah dan keluarganya juga bisa mendapatkan pendampingan ekonomi," tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, Pemprov Jateng terus melakukan perbaikan RTLH di wilayahnya, pada 2025 lalu mencapai 17.000 unit. Pada 2026 ini, dilanjutkan kembali dengan target 5.000 unit.
Lihat juga Video: Menteri PKP Turun Tangan, Bantu Hasna Dapat Hunian Layak
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: DPR: Investor PFII Bakal Ditawari Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun
Selanjutnya: Memanas! AS Bombardir Penyimpanan Rudal Iran Selama 90 Menit
Mungkin Anda suka
- Jangan Simpan Motor Listrik di Tempat Panas dan Lembab, Ini Alasannya
- Ramai-ramai Anggota DPR Cecar WTP untuk BGN Era Dadan: Dibikin-bikin?
- Kembali Menguatnya Usulan Pelibatan Kantin Sekolah dalam Program MBG
- Cerita Warga Makassar Bertahan dengan Air Sumur Berlumpur, Kuning, dan Berminyak Setiap Kemarau
- 7 Ide Meal Prep di Bawah Rp 200.000 untuk Seminggu, Cocok untuk Pemula
- 2 Korban Konflik Antardesa di Flores Timur Dirujuk ke Larantuka dan Lewoleba
- Diet Bebas Gluten Bikin Berat Badan Matt Damon Turun, Pakar: Bukan Karena Glutennya
- Janji Shin Tae-yong di Persija Demi Masa Depan Sepak Bola Indonesia
- Pukul Siswanya dengan Mistar karena Tak Hafal Perkalian, Guru di Lubuklinggau Dilaporkan ke Polisi