Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Infrastruktur Vital Diserang
Waktu:2026-09-13 07:31:26 Sumber:PendidikanDibaca (143)

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Amerika Serikat telah melakukan kejahatan perang. Araghchi menyatakan bahwa serangan AS terhadap "infrastruktur vital" serta ancaman untuk menyerang jembatan dan pembangkit listrik menunjukkan "niat kriminal pemerintah AS untuk melakukan kejahatan keji."
Dilansir Al Jazeera, Kamis , dalam sebuah pernyataan di Telegram, Araghchi menegaskan serangan AS "tidak diragukan lagi merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional."
Ia mengatakan serangan tersebut merupakan "kejahatan internasional serius" berdasarkan prinsip-prinsip dasar hukum pidana internasional, termasuk empat Konvensi Jenewa tahun 1949.
Dia juga menambahkan bahwa "semua pemerintah berkewajiban untuk menuntut dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan tersebut."
Araghchi turut menuduh para pejabat AS melakukan "retorika yang tidak masuk akal dan ancaman yang jahat." Ia menyebut permusuhan tersebut ditujukan kepada rakyat Iran "karena bersikeras pada kemerdekaan, hak-hak sah, dan martabat manusia mereka."
Ia memperingatkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab "tidak dapat menghindari pertanggungjawaban hukum hanya dengan dalih bahwa mereka bertindak atas perintah atasan."
Sebelumnya, militer Amerika Serikat kembali meluncurkan gelombang serangan terhadap Iran. Serangan terbaru itu menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran.
Dilansir CNN dan Al Jazeera, Kamis , Komando Pusat AS menyatakan bahwa serangan itu menyasar fasilitas militer Iran yang kerap digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan suara ledakan terdengar di kota Ahvaz, dekat perbatasan dengan Irak. Ahvaz telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini.
Selain itu, ledakan juga terdengar di Chabahar setelah rudal-rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut di kota tersebut. Menara pengawas itu merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.
Sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas. Kantor berita Mehr menambahkan bahwa proyektil-proyektil AS menghantam sebuah lokasi di dekat kota pelabuhan tersebut.
Sebelumnya: Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 21 Juli, Cek Lokasi dan Jamnya
Selanjutnya: Menpan RB Ingin KPI untuk ASN Berorientasi ke Masyarakat
Mungkin Anda suka
- Panglima TNI Sebut Pendampingan TNI AU Sumbang 45 Persen Target Produksi Gula Nasional 2026
- Implan Gigi, Solusi Mengembalikan Senyum dan Fungsi Mengunyah
- Bukan Aset Kementerian PU, Jembatan Pantai Dona Tetap Dibangun Ulang
- Polisi Hong Kong Tangkap 5 Penjual Buku, Dituduh Lakukan Hasutan
- ITS Kembangkan Material Komposit Hibrida dari Limbah Sawit, Ringan tetapi Berkekuatan Tinggi
- Daftar Haji 2027 Diumumkan, ASN Diminta Bangun Komunikasi dengan Calon Jemaah
- Kronologi Dugaan Penculikan Atlet Golf di Restoran Jakpus Saat Rayakan Ulang Tahun Nenek
- Katak Australia Punya Trik Visual Unik untuk Kelabui Predator
- Air PAM Mati, Warga Cengkareng Mulai Waswas Persediaan Kian Menipis