10 Tahun Mangkrak, Gibran Pastikan Jembatan Way Bunut Lampung Bisa Dilintasi Akhir Juli
Waktu:2026-09-13 13:14:37 Sumber:OtomotifDibaca (143)

Hampir 10 tahun warga di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, harus hidup berdampingan dengan jembatan yang tak kunjung selesai dibangun.
Pelajar pun terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil untuk pergi ke sekolah.
Harapan baru akhirnya muncul setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung Jembatan Way Bunut, Rabu (15/7/2026). Ia memastikan jembatan darurat yang saat ini tengah dibangun akan rampung pada akhir Juli 2026 sehingga dapat dilintasi kendaraan roda dua.
"Dua minggu lagi jadi. Jembatan daruratnya dua minggu lagi selesai. Akhir Juli selesai, paling tidak motor sudah bisa lewat dulu," kata Gibran, Rabu (15/7/2026).
Jembatan Way Bunut diketahui mangkrak sejak 2016. Kondisinya sempat menjadi sorotan nasional setelah video pelajar yang harus menyeberangi sungai menggunakan perahu viral di media sosial pada awal 2026.
Akibat belum adanya akses penghubung yang memadai, aktivitas warga di dua wilayah yang dipisahkan Sungai Way Bunut pun terganggu. Tak hanya pelajar, masyarakat juga harus menggunakan perahu untuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Gibran, pembangunan jembatan permanen juga akan segera dilakukan. Namun, ia menegaskan proyek tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama dalam penyelesaian persoalan teknis dan pembebasan lahan.
"Jembatan permanennya juga akan segera dibangun. Tapi pembangunan itu butuh sinergi dengan kepala daerah. Urusan teknis, nonteknis, pembebasan lahan, daerah harus proaktif," ujarnya.
Ia meminta persoalan infrastruktur tidak dijadikan ajang saling menyalahkan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.
"Saya kira tidak perlu lempar-lemparan tanggung jawab, apakah provinsi atau daerah. Nanti kita rembug bareng," tegasnya.
Dalam kunjungannya, Gibran mengaku prihatin melihat anak-anak yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk berangkat ke sekolah.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama saat debit air sungai meningkat pada musim hujan.
"Kasihan sekali anak-anak yang mau sekolah harus menyeberang pakai perahu. Itu bahaya sekali kalau musim hujan. Tapi tenang, akhir Juli nanti sudah bisa dilewati motor, jadi anak-anak tidak perlu lagi menyeberang pakai perahu," katanya.
Sebelumnya, persoalan Jembatan Way Bunut juga telah mendapat perhatian pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto disebut telah menginstruksikan percepatan penanganan akses penghubung tersebut setelah kondisinya menjadi sorotan publik.
Rampungnya jembatan darurat pada akhir Juli diharapkan menjadi solusi sementara bagi ribuan warga yang selama hampir satu dekade harus bergantung pada perahu untuk beraktivitas sehari-hari sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.
Sebelumnya: Ngeri Kebakaran Maut di Bar di Bangkok hingga Muncul Semburan Api
Selanjutnya: Segini Banyak Hadiah Uang untuk Juara Piala Dunia 2026
Mungkin Anda suka
- Rincian Utang Rp 1,6 Triliun BGN Era Dadan: Bayar EO, Unhan, hingga Sendok
- Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo
- Jelang Final Piala Dunia 2026, Jersey Timnas Argentina Ludes Diburu Warga di Karawang
- 6 Hal Terimbas dari Saling Serang Terbaru Iran Vs AS
- Mobil Tahanan Disiagakan Dekat Lokasi Demo Mahasiswa, Polisi: Antisipasi Penyusup
- Pedagang Cerita Detik-detik Bom Rakitan Meledak di Tasik: Saya Sampai Kejang
- Disdukcapil Wonosobo Tawarkan 2 Alternatif Nama Bayi Muhammad MBG Subianto
- Line Up Artis di Final Piala Dunia 2026: Shakira, Bieber, Hingga BTS
- Prabowo di Puncak Harkopnas: Muka Kalian Bukan yang Bawa Lari Uang ke LN