Bupati Lombok Barat Nobar Piala Dunia Dini Hari, Paginya Kantor Disegel KPK
Waktu:2026-07-30 07:33:59 Sumber:OtomotifDibaca (143)

Komisi Pemberantasan Korupsi menyegel dua ruang kerja pejabat utama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Ruangan yang disegel ruang kerja Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lalu Ratnawo.
Dilansir detikBali, Senin , Lalu Ahmad sempat nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat hingga subuh. Beberapa jam kemudian, ruang kerja orang nomor satu di Lombok Barat itu justru disegel KPK.
Tak hanya ruang kerja LAZ, KPK juga menyegel ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lalu Ratnawo sekitar pukul 07.30 Wita.
Sekretaris Daerah Lombok Barat Akhmad Saikhu mengatakan dia baru mengetahui penyegelan setelah tiba di kantor. Menurut dia, sebelumnya ia bersama Bupati LAZ dan sejumlah pejabat masih mengikuti nonton bareng Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di partai final.
"Saya mungkin dalam konteks ini tidak akan menjelaskan lebih jauh. Karena tadi pagi kan kita nonton bareng sampai pagi kita di lapangan, terus setelah itu udah selesai bola pulang kita," ujarnya.
Pantauan detikBali, pita merah-hitam bertuliskan 'Dilarang melewati garis batas' dipasang tepat di pintu ruang kerja Bupati LAZ. Saikhu memastikan LAZ tidak berada di kantor saat penyegelan dilakukan. Hingga Senin siang, menurut dia, belum ada penjelasan resmi terkait penyegelan tersebut.
Baca berita selengkapnya di sini dan di sini.
Lihat juga Video: Penembakan Lokasi Nobar Piala Dunia di California, 1 Tewas
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: 35 Soal Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi MPLS 2026 Jenjang SMP, Lengkap Kunci Jawaban
Selanjutnya: Mengelola Kenaikan Berat Badan akibat Efek Samping Obat Gangguan Mental
Mungkin Anda suka
- El Nino Justru Untungkan Petani Tembakau Wonogiri, Modal Rp 5 Juta Berpeluang Raup Omzet Rp 12 Juta
- Kenaikan Tarif Bus Transjakarta Masih Terus Dikaji
- Viral Banner "Halal Gantung Maling" di Wonosobo, Imbas Rentetan Kasus Curanmor
- Dilaporkan Kasus Dugaan Perselingkuhan, Sekda Konawe Selatan Pilih Bungkam
- Kejagung Pastikan Telusuri Info Komisi III soal Bunker di Kasus Febrie
- Bayi Bernama MBG Tak Bisa Masuk KK, Cek Aturan Pemerintah Soal Nama
- Pelaku Begal Pembacok Pria di Koja Jakut Tinggalkan Gancu, Polisi Kantongi Identitasnya
- Embun Upas di Dieng Diprediksi Akan Sering Muncul saat Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
- From Local to Global, Banyuwangi Ethno Carnival Pamerkan Budaya-Inovasi