PGN Pasok 2.500 MMBTU Gas ke Produsen Aspal
Waktu:2026-09-13 07:30:16 Sumber:KesehatanDibaca (143)

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mulai memasok kebutuhan energi bagi produsen aspal PT Varas Ratubadis Prambanan yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Melalui PGN Area Bogor, perusahaan menyiapkan penyaluran gas bumi dengan volume 2.500 MMBTU untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar utama dalam proses produksi aspal.
Area Head PGN Bogor Mula Prasetyawan Senja mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas pemanfaatan gas bumi bagi industri nasional sekaligus mendukung daya saing produk dalam negeri.
"Melalui pemanfaatan gas bumi PGN, kami berharap kebutuhan energi PT Varas Ratubadis Prambanan dapat terpenuhi secara andal, efisien, dan aman," ujar Mula dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).
Ia menuturkan, penggunaan gas bumi diproyeksikan mampu memberikan efisiensi biaya energi bagi pelanggan.
Selain itu, dapat membantu menekan emisi karbon yang dihasilkan dari proses produksi.
Maka dari itu, penyaluran gas bumi ini sekaligus menandai langkah strategis kedua pihak dalam pemanfaatan energi yang lebih bersih, andal, dan efisien untuk mendukung sektor manufaktur, khususnya industri pendukung infrastruktur jalan raya.
"PGN berkomitmen untuk terus mendampingi pertumbuhan industri melalui penyediaan infrastruktur dan pasokan gas bumi, guna untuk mendukung produktivitas pabrik berjalan lancar," kata dia.
Lebih lanjut, Mula menyebut, bertambahnya pelanggan dari sektor industri menunjukkan konsistensi PGN Area Bogor dalam memperluas jangkauan pemanfaatan gas bumi di wilayah Jawa bagian barat.
Ia berharap kolaborasi dengan PT Varas Ratubadis Prambanan dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya untuk mulai beralih menggunakan gas bumi sebagai sumber energi.
"Semoga sinergi PGN dengan pelaku industri yang terjalin dapat terus tumbuh semakin kuat, terutama untuk memberikan manfaat ekonomi serta berkontribusi nyata bagi masyarakat," pungkas Mula.
Sebelumnya: Korupsi TPP Guru Rembang Naik Sidik, Kajari: Ya Harus Selesai Lah
Selanjutnya: Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Kejagung Pelajari Alat Bukti dari Polri
Mungkin Anda suka
- Pria Tewas Tertembak di Hotel Mewah Jaksel Diduga Bunuh Diri
- Polri Usut Korupsi Pembiayaan Batu Bara: Ada 3 Tersangka, Tak Terkait "Blackout"
- Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api
- Garda Prabowo Cabut Aduan Terhadap Tiyo Ardianto, Sebut Presiden Memaafkan
- 370 Drone Ukraina Melesat ke Moskow dalam Semalam, 7 Orang Tewas
- Penggeledahan Hampir 8 Jam di Kantor Dinkes Banjar, Penyidik Kejari Bawa 48 Dokumen dan Komputer
- JHT Dicairkan Kena PPh, Apakah Peserta Bayar Pajak Dua Kali?
- Pasokan Bio Solar Dipangkas Separuhnya, Antrean Truk di SPBU Bengkulu Sepanjang Ratusan Meter
- Kronologi Dugaan Penculikan Atlet Golf di Restoran Jakpus Saat Rayakan Ulang Tahun Nenek