Iran Serang Bahrain, Klaim Hancurkan Pusat AI dan Fasilitas Drone AS
Waktu:2026-09-13 07:08:29 Sumber:OtomotifDibaca (143)

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim, pada Jumat , bahwa serangan mereka telah menghancurkan "pusat kecerdasan buatan utama" dan depot drone milik Amerika Serikat yang ada di Bahrain. IRGC menyebut serangannya itu sebagai pembalasan atas serangan terbaru AS terhadap Iran.
IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu , mengatakan bahwa serangan tersebut dilancarkan setelah militer AS "melakukan kejahatan perang" dengan menyerang sejumlah jembatan di wilayah Iran pada malam sebelumnya, yang "menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil".
Diklaim oleh IRGC bahwa pasukannya telah "menghancurkan depot kendaraan drone AS di Bahrain".
"Banyak di antaranya hangus terbakar," sebut IRGC dalam pernyataannya.
IRGC juga mengklaim pasukannya telah "menghancurkan sepenuhnya pusat kecerdasan buatan utama" di Bahrain. Menurut IRGC dalam pernyataannya, pusat AI tersebut telah digunakan oleh militer AS untuk "membantu pihak musuh dalam pemilihan target guna melakukan kejahatan perang".
Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan bahwa lokasi-lokasi tersebut diserang menggunakan "sejumlah rudal balistik dan puluhan drone".
Lebih lanjut, IRGC melontarkan peringatan terbaru untuk AS, saat kedua negara kembali saling menyerang beberapa waktu terakhir menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi oleh Iran.
IRGC menegaskan jika AS terus menargetkan jembatan dan infrastruktur transportasi di Iran, maka mereka akan menyerang "aset-aset terpenting di bidang industri, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan milik perusahaan-perusahaan yang memiliki pemegang saham asal Amerika" di berbagai negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
"Semua negara yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS di kawasan ini merupakan pihak yang terlibat dalam kejahatan perang tersebut," tegas IRGC.
Selain menggempur Bahrain, IRGC juga menargetkan fasilitas militer AS yang ada di negara-negara Teluk lainnya, seperti Kuwait dan Yordania, dalam serangan pembalasan.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Bareskrim Cabut Police Line dan CCTV Terkait Narkoba di New Star Bali
Selanjutnya: Tahun 2027, Pabrik Kimia Chandra Asri Rp 14,3 Triliun Siap Operasional
Mungkin Anda suka
- Terima Kunjungan Dubes Houssaini, Megawati Diundang ke Maroko
- Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker
- Mengejar Senja di Labuan Bajo, Golo Mori Sunset Run Digelar Agustus 2026
- 4 Zodiak yang Disebut Sering Memicu Rasa Iri Orang Lain, Ada Scorpio
- Tak Ada Demo di Bundaran HI, Puluhan Mobil Polisi Tinggalkan Dukuh Atas Jakpus
- Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikat SHM Rumah MBR, Ada Syaratnya
- Belajar dari Ledakan MAN 3 Padang, Peneliti UI: Sekolah Terlatih Deteksi Pelanggaran Berisik, Bukan Penderitaan Senyap
- Siapa dan Kenapa Slavko Vincic Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina?
- Resep Telur Puyuh Kecap Ala Korea, Lauk Sederhana dengan Bumbu Meresap