Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci
Waktu:2026-07-30 06:42:32 Sumber:WisataDibaca (143)
Kunci Konvensional Masih Mengandalkan Mekanis
Menurut Raymond, sistem kunci konvensional bekerja sepenuhnya secara mekanis melalui silinder dan anak kunci.
"Dibanding konvensional yang pertama, iya (lebih aman)," kata Raymond, saat ditemui Kompas.com, di Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, pada kunci konvensional terdapat susunan gerigi yang harus sesuai agar silinder dapat berputar dan menghidupkan kendaraan.
KompasOtomotif - AFH Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizer
"Karena konvensional itu kan hanya mengandalkan manual. Jadi, prinsipnya konvensional itu hanya silinder. Dia bisa terputar. Tapi kalau tidak pas bentuk gigi (kuncinya), tidak akan mau keputar," ujar Raymond.
Namun, menurut dia, karena seluruh mekanismenya bersifat mekanis, sistem tersebut tetap berpotensi dibobol apabila pelaku berhasil merusak atau membuka silinder kunci.
"Prinsipnya karena mekanik, selama bisa dipecahkan, bisa keputar (kuncinya)," kata Raymond.
Keyless Tak Cukup Dibobol Secara Mekanis
Berbeda dengan kunci konvensional, sistem keyless tidak hanya mengandalkan komponen mekanis.
Di dalam smart key terdapat chip elektronik yang sudah dipasangkan (pairing) dengan sistem immobilizer pada kendaraan. Saat tombol start ditekan, mobil akan memverifikasi identitas chip tersebut sebelum mesin diizinkan menyala.
Karena itu, meski seseorang berhasil membuka pintu secara paksa atau merusak bagian mekanis, mesin belum tentu bisa dihidupkan apabila sistem elektroniknya tidak dikenali.
kompas.com/nanda Raymond Lie - Komandan Key
Harus Lewat Pemrograman
Raymond menjelaskan, untuk bisa menembus sistem keyless, pelaku tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan membobol kunci secara mekanis.
"Tapi kalau keyless, cuma hanya mekanik doang, tidak akan bisa diapain. Sama seperti komputer, ibaratnya ada virus. Kalau kita mau ganti, ya lawannya harus antivirus. Jadi tidak bisa kita hanya mengandalkan komputer," ujarnya.
Menurut dia, prinsip yang sama juga berlaku pada sistem keyless karena sudah menggunakan sistem elektronik yang terhubung dengan kendaraan.
"Begitu juga dengan keyless. Keyless itu lawannya harus kita diprogram juga. Sistemnya," kata Raymond.
Meski demikian, bukan berarti sistem keyless tidak bisa ditembus sama sekali. Namun, prosesnya jauh lebih kompleks dibandingkan kunci konvensional karena melibatkan sistem elektronik dan pemrograman, bukan hanya komponen mekanis.
Sebelumnya: 2 WNI Disandera di Myanmar, Komisi I DPR Minta Optimalkan Jalur Diplomasi
Selanjutnya: Kementrans Raih Opini WTP, Mentrans Iftitah: Uang Rakyat Harus Dikelola dengan Benar
Mungkin Anda suka
- Nomor Punggung 9 Persib Jadi Rebutan Dua Legiun Asing Anyar
- Regulasi U23 Dicabut, Persib Perpanjang Kontrak Kakang Rudianto
- Jangan Simpan Motor Listrik di Tempat Panas dan Lembab, Ini Alasannya
- IHSG Ditutup 15 Juli 2026 Naik 2 Poin ke 6.041,97, ANTM Teratas
- Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara
- Trump Sebut Bakal Beri Tarif ke Kanada Gara-gara Asap Kebakaran Hutan
- Pramono Serahkan Proses Ganti Rugi JPO Tendean ke Dinas Terkait dan Penegak Hukum
- Tak Hanya Bantuan Tunai, Pemprov DKI Dukung Mobilitas dan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas
- Menperin: Industri Pengolahan Serap Lebih dari 20 Juta Pekerja, SDM Terampil Masih Dibutuhkan