Gangguan Layanan Air PAM Semestinya Diikuti Diskon Tagihan Pelanggan
Waktu:2026-09-13 07:08:48 Sumber:OlahragaDibaca (143)

Minta Jadwal Perbaikan Transparan
Selain soal kompensasi, Tulus meminta PAM Jaya menyampaikan jadwal pekerjaan secara terbuka kepada pelanggan.
Menurut dia, masyarakat perlu mengetahui kapan pekerjaan dimulai dan kapan layanan diperkirakan kembali normal.
"Selain itu, jadwal perbaikan harus disampaikan dengan transparan, kapan mulainya dan kapan selesainya," ujar Tulus.
Ia juga menyoroti dampak pekerjaan perbaikan jaringan terhadap lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Menurut Tulus, pekerjaan perpipaan di sejumlah wilayah kerap menyebabkan kemacetan yang merugikan pengguna jalan.
"PAM Jaya juga harus memitigasi dampak eksternalitas dari proses perbaikan pipanisasi, dan infrastruktur lainnya. Dampak eksternalitas dimaksud adalah terhadap kemacetan lalu lintas," kata dia.
Puluhan Ribu Pelanggan Berpotensi Terdampak
Sebelumnya, PAM Jaya mengumumkan adanya pekerjaan perawatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota pada 17-22 Juli 2026.
Direktur Operasional PAM Jaya Syahrul Hasan mengatakan, perawatan dilakukan untuk menjaga kualitas dan kontinuitas layanan air minum kepada pelanggan.
"Perawatan instalasi merupakan bagian penting untuk memastikan kualitas dan kontinuitas layanan air kepada pelanggan. Kami memahami adanya ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama pekerjaan berlangsung," kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).
Menurut PAM Jaya, selama pekerjaan berlangsung pasokan air dari IPA Hutan Kota ke jaringan distribusi akan disesuaikan. Kondisi tersebut membuat sekitar 55.272 pelanggan di tujuh kelurahan Jakarta Barat berpotensi mengalami penurunan tekanan air hingga penghentian sementara aliran air.
Tujuh wilayah yang terdampak meliputi Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kapuk Muara, Kamal Muara, Kamal, Pegadungan, dan Tegal Alur.
Sebagai langkah antisipasi, PAM Jaya menyiapkan distribusi air bersih gratis melalui mobil tangki bagi pelanggan rumah tangga maupun fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan pasokan air selama masa pekerjaan berlangsung.
Sebelumnya: Cerita Resepsionis Hotel Podomoro Batang Gagalkan Penodongan, Pilih Melawan demi Jaga Tempat Kerja
Selanjutnya: Kertajati Didorong Menjadi Pengungkit Ekonomi Kawasan Rebana
Mungkin Anda suka
- MUI Hormati Putusan MK Soal Izin Tambang Tak Boleh Penunjukan Langsung
- Cara Daftar Sebagai Penerima Bansos 2026, Bisa Online Lewat HP
- Kebiasaan Duduk Lama Saat Scrolling Bisa Ganggu Fungsi Otak, Olahraga Jadi Penyeimbang
- KPK Tak Ajukan Banding atas Vonis John Field di Kasus Suap Bea Cukai
- Mengapa Kita Sulit Berhenti Membaca Berita Buruk? Ini Penjelasan Psikoterapis
- Satgas Unesa Ungkap 26 Korban Kekerasan Seksual: 22 Mahasiswa, 4 Dosen
- Polisi Usut Penyebab KM Nurul Salsa Tenggelam, Pencarian Korban Masih Berlanjut
- IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
- Baleg DPR Rampungkan Draf RUU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan