Jaga Kondusivitas, Baliho HUT Sukoharjo Dipasang Tanpa Gambar Wajah Kepala Daerah
Waktu:2026-09-13 07:07:55 Sumber:OlahragaDibaca (143)

"Itu sebagian ada, tapi sebagian besar belum. Jadi terus kami ubah aja, untuk menjaga kondusivitas saja. Sambil kami fokus untuk masyarakat. Agar masyarakat ini terbuka semuanya untuk masyarakat," ujar Wisnu kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026).
Tak Ada Pencopotan
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, baliho bergambar Bupati Etik Suryani sempat terpasang di Bundaran Patung Pandawa Solo Baru sebelum adanya OTT KPK.
Namun baliho tersebut kini sudah tidak ada.
Wisnu membantah adanya pencopotan baliho HUT ke-80 Sukoharjo bergambar kepala daerah.
"Enggak ada (baliho yang dicopot)," ujarnya.
Wisnu menyebutkan, baliho bergambar kepala daerah yang terpasang merupakan baliho lama.
"Enggak ada (yang dicopot). Itu kalau yang ada kepala daerah, itu kemarin yang acara-acara yang dulu," katanya.
Peniadaan pemasangan baliho bergambar kepala daerah juga akan dilakukan saat konser Guyon Waton pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo.
"Seperti nanti kan ada musik, hiburan itu toh. Itu nanti pure untuk masyarakat semuanya, gitu. Jadi enggak terkotak-kotak ini nanti pejabatnya gini-gini, enggak," ujarnya.
Sebelumnya: Siswa SMP di Bangkalan Diperkosa Tiga Pria, Diancam Pakai Celurit
Selanjutnya: 164 Siswa Disabilitas Kunjungi Istana, Seskab: Semua Anak Berhak Bermimpi
Mungkin Anda suka
- Prediksi Line Up Spanyol vs Argentina, Duel Yamal Lawan Messi
- Pasar Kendaraan Listrik Diklaim Tumbuh, BYD Tambah Jaringan Diler di Jawa Barat
- Investasi Hilirisasi Tembus Rp 300,1 Triliun di Semester I 2026
- Mendagri Minta Kepala Daerah Introspeksi Usai 11 Bupati-Wali Kota Kena OTT
- Kisah Pilu Wanita di Bekasi: Cari Perlindungan dari Kekerasan Ibu, Jadi Korban Kekerasan Seksual Paman
- Momen Kapolda Riau dan Ojol-Mahasiswa Nobar Final Piala Dunia di Polda Riau
- Wamendagri Bima Arya Minta Gubernur Perkuat Koordinasi hingga Integritas
- Israel Marah Dukungan Publik AS Merosot Meski Kucurkan Rp 26 M per Bulan
- Sumur Mengering, Warga Blitar Terpaksa Beli Air untuk Kebutuhan Dasar