Banyuwangi Ethno Carnival Bangkitkan UMKM, Nilai Transaksi Capai Rp 1,22 Miliar
Waktu:2026-07-30 07:37:31 Sumber:WisataDibaca (143)

Capaian tersebut disampaikan dalam malam penutupan rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang ditandai dengan penganugerahan BEC Awards dan konser musik di Gesibu Blambangan, Minggu malam (19/7/2026).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Achmad, mengatakan kolaborasi SCF dengan BEC mampu memperluas dampak ekonomi penyelenggaraan event. Menurutnya, capaian tahun ini meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan SCF x BEC tahun sebelumnya.
“Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dengan Sekarkijang Creative Festival berhasil melibatkan lebih dari 624 UMKM, menarik lebih dari 9.000 pengunjung, serta membukukan transaksi business matching senilai lebih dari Rp 1,22 miliar, dan mencatat potensi pembiayaan mencapai Rp 2,8 miliar,” kata Achmad.
“Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan gelaran SCF x BEC tahun sebelumnya," tambahnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, BEC tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga untuk menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat.
Aktivitas UMKM, pedagang kaki lima, pelaku kuliner, transportasi, perhotelan hingga penjual souvenir mengalami peningkatan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Yang paling penting dalam sebuah event selain menyenangkan masyarakat dengan penyelenggaraan BEC, juga mampu memfasilitasi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima agar mendapat berkah BEC,” kata Ipuk.
Ipuk menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan BEC merupakan hasil kolaborasi ratusan pelaku seni, panitia, relawan, sponsor, media hingga masyarakat yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Kita mengapresiasi kepada orang-orang yang sudah bekerja luar biasa. Semoga apresiasi ini menjadi penyemangat bagi kita semuanya untuk terus berkarya dengan baik,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap BEC tahun ini juga sangat tinggi. Ribuan wisatawan hadir, sementara lebih dari 100.000 penonton memadati kawasan karnaval. Banyak pedagang kecil juga berjualan.
“BEC telah menjadi magnet pariwisata. Mari kita pertahankan dan kita kuatkan dengan inovasi-inovasi yang lebih baik lagi,” ujar Ipuk.
Pada malam penutupan tersebut juga diumumkan penerima Best Costume BEC 2026, yang diraih Arinal Firdaus dari kategori pakaian VOC dan Sekutu melalui kostum “Antek-Antek VOC” dalam tema “Perang Bayu: The Great War of Blambangan”.
Rangkaian penutupan BEC 2026 turut dihadiri peserta The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026. Acara ditutup dengan konser musik yang menghadirkan Denik Armila bersama sejumlah penampil hiburan lainnya.
Sebelumnya: Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
Selanjutnya: KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong
Mungkin Anda suka
- Cerita Warga Makassar Bertahan dengan Air Sumur Berlumpur, Kuning, dan Berminyak Setiap Kemarau
- Soal Kasus Pemerkosaan di Sampang, Polisi Ingatkan Orangtua Perketat Awasi Pergaulan Anak
- Jember Fashion Carnaval 2026 Bakal Digeler 24-26 Juli, Angkat Tema HEAL
- Warga Pamekasan Tolak Pembangunan Ritel Modern, Bupati Janji Putuskan Besok
- AS-Iran Perang Lagi, 18 Maskapai Ini Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah
- Jalan Rusak, Ratusan Petani Bengkulu Tengah Urunan Selama 10 Bulan, Bupati Pinjamkan Alat Berat
- Daftar 4 SD Negeri di Demak yang Terima Murid Baru di Bawah 5 Anak
- Tetap Bermusik di Usia 80 Tahun, Ahmad Albar Sebut Satu Hal yang Bisa Menghentikannya
- Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis