Reaksi PKB ke Gus Yahya yang Sebut Cak Imin Tak Pernah Jadi Pengurus NU
Waktu:2026-07-30 06:49:48 Sumber:KesehatanDibaca (143)

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Hasanuddin Wahid menanggapi kritik Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terhadap Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang disebut tidak pernah menjadi pengurus NU.
"Jadi, kalau dinyatakan Cak Imin tidak pernah jadi pengurus PBNU, NU di semua tingkatan, mungkin Gus Yahya kebanyakan lihat ke langit ya," kata Cak Udin, panggilan karib Hasanuddin, di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Cak Udin mengklaim bahwa Cak Imin menjabat di tingkat struktural sebagai Rais Syuriah NU di Jakarta Selatan.
Menurut Cak Udin, sindiran Gus Yahya membuktikan kalau Ketum PBNU periode saat ini tidak mengenal kepengurusan karena tidak pernah turun ke lapangan.
"Karena Cak Imin itu Rais Syuriah Ranting NU di Jakarta Selatan. Nah, kalau dia saja enggak ngerti dengan Ranting Syuriahnya saja enggak kenal gitu, enggak tahu, ya berarti kan dia enggak pernah turun ke bawah," kata dia.
Apa yang diucapkan Gus Yahya soal Cak Imin?
Kritik Gus Yahya itu berawal dari tanggapan atas pandangan Cak Imin yang menyampaikan pemimpin PBNU saat ini belum membuat perubahan sehingga butuh penyegaran pada pucuk pimpinannya.
"Ya pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh," ujar Cak Imin, saat ditemui di Kemang, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Cak Imin lantas menyindir Ketum PBNU Gus Yahya tidak memberi perubahan apapun di PBNU selama menjabat pada periode pertamanya ini.
"Karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan," singkat Cak Imin.
Pandangan Cak Imin itu ditanggapi Gus Yahya.
Kata Gus Yahya, Cak Imin tidak memahami bagaimana kerja kepengurusan karena belum pernah menduduki jabatan strategis di PBNU.
"Kalau Pak Imin mengatakan begitu saya kira ya karena beliau memang ya mungkin kurang mengerti tentang NU ya? Karena seumur hidup beliau belum pernah jadi pengurus NU di semua tingkatan," kata Gus Yahya.
"Jadi pengurus ranting saja belum pernah. Jadi, beliau tidak tahu perubahannya-perubahannya seperti apa kan beliau tidak tahu," sambung dia.
Sebelumnya: Butuh Waktu Berapa Lama Membuat Satu Truk Isuzu?
Selanjutnya: Kota Ini Catat 0 Korban Tewas Akibat Kecelakaan dalam Setahun, Apa Rahasianya?
Mungkin Anda suka
- Sekjen MPR Gaungkan 'Izakod Bekai Izakod Kai' di LCC 4 Pilar Papua Selatan
- Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan
- RI Perkuat Infrastruktur Digital dengan Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi
- Sedang Asyik Hisap Sabu di Perahu, Tiga Pria di Demak Digerebek Polisi
- MPR Kupas Potensi Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan
- Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 9,4 Persen
- Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam
- Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar
- Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi, Pemadaman Terkendala Macet