Regulasi Berbelit, Prabowo Minta Single National Identity Card Segera Dieksekusi
Waktu:2026-07-30 06:44:17 Sumber:OtomotifDibaca (143)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya mempercepat reformasi birokrasi melalui penyederhanaan regulasi dan digitalisasi layanan pemerintahan. Ia meminta percepatan implementasi Single National Identity Card sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin . Prabowo menyebut Indonesia berada di jalur yang tepat dalam pembangunan, tapi tetap perlu melakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.
"Kita yakin berada di arah yang benar, tapi kita juga waspada. Kita koreksi diri, kita tahu bahwa efisiensi kita masih kurang. Regulasi kita terlalu banyak, peraturan kita terlalu banyak," ujar Prabowo.
Sebagai langkah perbaikan, Prabowo menegaskan pentingnya menyederhanakan birokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah, katanya, tengah merintis digitalisasi pemerintahan melalui GovTech dan berbagai program transformasi digital lainnya.
"Saya tegaskan di sini, kita harus sederhanakan pemerintahan. Kita akan mulai melaksanakan atau sudah merintis ke arah digitalisasi pemerintahan, dengan GovTech, dengan program-program lainnya," katanya.
Prabowo juga berharap implementasi Single National Identity Card dapat segera direalisasikan agar layanan publik menjadi lebih terintegrasi, efisien, dan mudah diakses masyarakat.
"Saya berharap nanti single national identity card bisa dieksekusi, bisa diimplementasi dengan sebaik-baiknya. Kita terus sederhanakan peraturan-peraturan menteri dan sebagainya," ungkapnya.
Selain itu, Prabowo menilai Indonesia telah memiliki sistem perlindungan sosial yang kuat sebagai hasil pembangunan yang berkesinambungan.
"Salah satu prestasi kita adalah bahwa sekarang kita memiliki sistem perlindungan sosial yang menurut saya, merupakan salah satu yang terkuat di dunia," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan berbagai capaian pembangunan merupakan hasil estafet kepemimpinan nasional dari para presiden sebelumnya. Menurutnya, tugas pemerintah saat ini adalah melanjutkan, membangun, dan menyempurnakan fondasi yang telah ada.
"Saya selalu mengakui ini adalah long march semua dari Bung Karno, dari Soeharto, Megawati, Gus Dur, Jokowi, semua hasil dari kerja keras pemerintah kita. Tugas kita, kita bangun kita perbaiki," tutur Prabowo.
Simak juga Video 'Prabowo Singgung Anggapan RI Bakal Kolaps: Ternyata Semakin Kuat':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Polisi Uji Kandungan Air dan Gas di Gorong-gorong Cipayung Jaktim Usai Tiga Pekerja Tewas
Selanjutnya: Kerusakan Umum pada Motor Listrik Setelah 1 Tahun Pemakaian
Mungkin Anda suka
- Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
- 2 Jambret Bersajam Sasar Lansia di CFD Rasuna Said, 1 Pelaku Ditangkap
- Keir Starmer Lengser, Andy Burnham Jadi PM Baru Inggris
- RUU Bantuan Kematian Prancis Tunggu Putusan Dewan Konstitusi
- Bina Marga DKI: Belum Ada Kesepakatan Ganti Rugi JPO Tendean Usai Ditabrak Truk
- Tarif Naturalisasi hingga Lepas Status WNI Naik Mulai 1 Agustus, Ini Daftarnya
- Penjual Lontong Sayur Kena Pajak Rp 840 Ribu, Pemkab Pati Beri Penjelasan
- Polisi Olah TKP Kasus Warga Depok Diteror Tetangga hingga Pagar Rusak
- Nasib Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK Usai Nobar Piala Dunia