Cegah Truk ODOL Masuk Jalan Protokol Jakarta, Jembatan Timbang Perlu Ditambah
Waktu:2026-07-30 06:47:39 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Kendaraan Bermasalah Perlu Disaring Sejak Awal
Achmad menilai jembatan timbang portabel dapat menjadi salah satu instrumen untuk menyaring kendaraan bermasalah sebelum masuk ke kawasan perkotaan.
Menurut dia, kendaraan yang melebihi batas muatan atau dimensi seharusnya dapat terdeteksi sebelum melintas di jalan protokol maupun ruas jalan yang memiliki keterbatasan ruang bebas.
"Kita tidak boleh membiarkan kendaraan over-dimension dan over-load (ODOL), atau yang melanggar jam operasional, bebas berkeliaran tanpa pengawasan ketat," kata dia.
Ia menambahkan, aturan mengenai batas muatan, dimensi kendaraan, serta jam operasional truk sebenarnya telah tersedia. Namun, pengawasan di lapangan masih perlu diperkuat agar pelanggaran tidak terus berulang.
Minta Evaluasi Rute Angkutan Barang
Selain memperbanyak titik pemeriksaan muatan, Achmad juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya meningkatkan patroli terhadap kendaraan berat.
Pengawasan, kata dia, perlu diperketat terutama pada jam-jam rawan saat pergantian waktu operasional kendaraan berat.
Ia juga mendorong evaluasi terhadap rute angkutan barang agar kendaraan bermuatan besar tidak melintasi jalan yang padat atau memiliki batas ketinggian rendah.
"Dengan begitu, truk yang melanggar aturan dapat dicegah masuk ke dalam kota," ujar Achmad.
JPO Tendean Roboh Ditabrak Truk
Sebelumnya, JPO di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, roboh setelah ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut insiden tersebut terjadi akibat kelalaian pengemudi yang membawa muatan melebihi kapasitas ketinggian JPO.
"Memang betul-betul pasti ini karena keteledoran dari pengemudi yang membawa alat berat yang melebihi kapasitas tingginya, sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa," kata Pramono.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas menuju arah Blok M sempat mengalami kepadatan hingga menjalar ke jalan layang dari arah Pancoran dan kawasan Kantor Transvision.
Sopir truk bernama Andre (28) mengaku tidak fokus saat berkendara karena sedang melihat peta digital di telepon genggam untuk mencari lokasi tujuan.
"Kami 2 kilometer lagi nyampe nih, fokus lihat maps," ujar Andre.
(Reporter: Ruby Rachmadina)
Sebelumnya: Timnas Argentina di Ambang Sanksi Imbas Kibarkan Spanduk Las Malvinas
Selanjutnya: Syarat-syarat Agar KPK Bisa Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah dari Kejagung
Mungkin Anda suka
- 1 Korban Tewas Ditemukan di Reruntuhan Ledakan Rumah Grand Polonia Medan
- Prabowo Minta TNI-Polri Turun ke Sawah Tidak Dipersoalkan
- Pengalaman Berat Adhisty Zara Syuting Film Rumah Singgah saat Kehilangan Kakeknya Acil Bimbo
- Istri Mantan PM Najib Razak Gugat Komedian Malaysia Atas Pencemaran Nama Baik
- Kejari Tetapkan ASN Pemkab Bogor Tersangka Korupsi RSUD Parung, Langsung Ditahan
- Mendes Pastikan KDMP dan BUMDes Tak Bersaing, Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa
- Momen Pelaku Penusukan Acak di Tangerang Ampun-ampunan saat Dibekuk Polisi
- Antrean BBM di Medan Mulai Berkurang, Kurir: Tak Separah Sebelumnya
- Penganiayaan di Gunung Sibayak: Satu Anak 17 Tahun Tewas, 6 Remaja Lain Luka-luka