Kronologi Anjing Husky Diduga Dibacok hingga Bersimbah Darah di Bekasi
Waktu:2026-07-30 06:45:14 Sumber:WisataDibaca (143)

"Anjing ditemukan pemiliknya pada Minggu malam dengan kondisi terluka dan berlumuran darah dengan luka pada bagian kepala yang diduga akibat benda tajam," kata Budi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (20/7/2026).
Melihat kondisi tersebut, pemilik langsung membawa anjing itu ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi kerahkan K9
Kasus itu kemudian ditangani kepolisian. Untuk mengungkap pelaku, polisi menerjunkan Unit Satwa (K9) Polda Metro Jaya bersama personel Polsek Babelan.
Anjing pelacak K9 bernama Zeus diturunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus menyisir area di sekitar lokasi kejadian.
"Satwa K9 Zeus menyisir area perkebunan warga dari titik jejak darah hingga mengarah ke bangunan kosong yang sedang direnovasi, sekitar 50 meter dari lokasi," ujar Budi.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami temuan tersebut untuk mengungkap pelaku dugaan pembacokan.
Pemilik belum membuat laporan
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani mengatakan petugas telah mendatangi rumah pemilik anjing dan mengarahkan agar membuat laporan polisi.
Namun, hingga kini pemilik belum bersedia menempuh jalur hukum.
"Petugas kepolisian sudah cek TKP dan mengarahkan korban untuk membuat laporan polisi, namun yang bersangkutan tidak berkenan untuk membuat Laporan Polisi," kata Aliyani.
Kasus dugaan pembacokan itu sebelumnya ramai diperbincangkan setelah video kondisi anjing tersebut diunggah akun Instagram @amysukmana pada Senin (13/7/2026).
Dalam video tersebut, seekor anjing Husky tampak terkulai lemas di atas rumput kering dengan bercak darah di sekitarnya.
Napasnya terlihat berat, sementara luka di bagian kepala tampak menganga.
Anjing yang kemudian diberi nama Jade itu dilaporkan terus menjalani perawatan medis.
Pada hari kelima perawatan, luka di bagian kepalanya telah dijahit setelah sebelumnya bulu di sekitar luka dicukur untuk memudahkan proses pengobatan.
(Reporter: Hanifah Salsabila)
Sebelumnya: Vonis Tiga Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Keluarga Kecewa, Merasa Belum Adil
Selanjutnya: Tegang! Lebih dari 400 Drone Ukraina Diluncurkan ke Moskow
Mungkin Anda suka
- Komisi III DPR Bentuk Panja Awasi Kasus yang Bikin Febrie Adriansyah Tersangka
- Titik Api Kembali Muncul di Sumsel, 35 Hektare Lahan Terbakar
- Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas
- Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura
- Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
- Maba ITB 2026 Masih Bisa Ajukan Keringanan UKT Semester 1 sampai 21 Juli, Ini Caranya
- Kenapa Negara Teluk Getol Berinvestasi di Afrika?
- Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
- Siasat Sekolah Kembalikan Semangat Siswa Terdampak Bencana Padang