Bandara Juanda Direvitalisasi, Siap Tampung Pesawat Super Jumbo Airbus A380
Waktu:2026-09-13 07:08:06 Sumber:OtomotifDibaca (143)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan merevitalisasi landasan pacu di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, agar mampu menampung pesawat berbadan besar.
Rencana revitalisasi ini telah masuk tahap pembahasan. Tujuan utamanya agar mampu menampung pesawat berbadan besar supaya pelayanan pemberangkatan jemaah haji dan umrah bisa maksimal dan efisien.
“Bandara Juanda akan direvitalisasi, memanfaatkan runway yang sebelah utara,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, di Surabaya, Kamis (16/7/2026).
Sebagai informasi, Bandara Internasional Juanda memiliki panjang lintasan mencapai 3.000 meter dengan lebar 45 meter, sehingga mampu menampung berbagai jenis pesawat baik Airbus maupun Boeing.
Namun, kapasitasnya akan lebih ditingkatkan. Khususnya landasan pacu yang berada di sisi utara.
“Ditingkatkan supaya pesawat berbadan lebar bisa masuk. Jadi yang utara itu dipelihara dulu dalam rangka memperbaiki runway yang sekarang,” ujar Nyono.
Menurut dia, revitalisasi ini diharapkan bisa menampung pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan 777. Pasalnya, tidak semua bandara di Indonesia mampu menampung dua jenis pesawat ini karena membutuhkan infrastruktur yang luar biasa.
Beberapa bandara di Indonesia yang menunjang infrastruktur ini yakni Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Yogyakarta, dan Bandara Internasional Nusantara.
Misalnya, A380 memiliki karakteristik pesawat penumpang komersial terbesar di dunia (dijuluki Superjumbo) yang memiliki dua dek kabin penuh. Pesawat ini berkarakteristik sangat masif dengan panjang 72,7 meter, lebar sayap 79,8 meter, dan berat mencapai 510-575 ton.
“Diharapkan bisa masuk pesawat berbadan lebar. Ya mudah-mudahan 777 bisa masuk, A380 bisa masuk,” pungkas Nyono.
Peningkatan kapasitas ini tidak hanya akan mengoptimalkan pelayanan pemberangkatan jemaah haji dan umrah tetapi juga menarik banyak penumpang maupun wisatawan ke wilayah Jawa Timur.
Sebelumnya: Siasat Kades di Pasuruan, Tarik Pungli PTSL, Rp 900 Juta Dipakai Beli Kebun Apel
Selanjutnya: Jadi Pendiri WAICO, Indonesia Tegaskan Tak Memihak China maupun AS Dalam Pengembangan AI
Mungkin Anda suka
- Bos Kargo Beri Kartu Kredit ke Anak Buah Buat Bayar Karaoke Pejabat Bea Cukai
- Seorang Petani di Sikka Tewas Digigit Babi Hutan
- Viral Pria Lempar Helm ke Tetangga Terekam CCTV di Depok, Polisi Selidiki
- BPIH 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, Kemenag Karawang Minta Jemaah Tunggu Keputusan Resmi
- Pakai Dana APBN, Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Sasar 13 Titik
- DPRD DKI Kawal Penerbitan Sertifikat Tanah PTSL yang Bertahun-tahun Tertunda
- Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Ngaku Emosi karena Mabuk
- Brimob Polda Metro Gagalkan Aksi Vandalisme Fasilitas Umum di Jaktim
- Hidup Dikepung Dampak Beracun TPA Jatiwaringin