BI Ingin Perkuat Posisi Indonesia sebagai Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia
Waktu:2026-07-30 06:47:09 Sumber:BeritaDibaca (143)

SURABAYA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) berupaya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia melalui penyelenggaraan Java Coffee, Flavors and Festival (JCFF) 2026 di Surabaya, Jawa Timur.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal mengatakan Indonesia saat ini berada di peringkat keempat produsen kopi dunia, setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
"Kalau kita lihat dari data, di dunia khusus untuk kopi, produsen kopi dunia ada empat dan Indonesia nomor empat," ujar Rifki di Surabaya, Sabtu (19/7/2026).
Menurut dia, produksi kopi Indonesia mencapai sekitar 780.000 ton per tahun. Jawa Timur menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Tanah Air dengan produksi sekitar 53.000 ton per tahun.
Sementara itu, produksi kopi di Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing berada di kisaran 25.000 ton per tahun.
"Kopi di wilayah Jawa Timur itu termasuk yang paling tinggi dengan produksi 53 ribu ton, sedangkan Jawa Tengah dan Jawa Barat kurang lebih 25 ribu ton," kata Rifki.
Ia menilai besarnya potensi produksi tersebut perlu dioptimalkan untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi global, terutama melalui peningkatan ekspor.
Rifki menjelaskan, mayoritas produsen kopi Indonesia berasal dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, perluasan akses pasar dinilai akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian.
Sebagai bentuk dukungan, BI menggelar JCFF 2026 yang menghadirkan berbagai agenda, mulai dari business matching hingga business coaching bagi pelaku UMKM.
Melalui kegiatan business matching yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Alun-Alun Kota Surabaya, BI mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, baik dari dalam maupun luar negeri.
Rifki optimistis penyelenggaraan JCFF 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya. Pada JCFF 2025, festival tersebut dikunjungi sekitar 130.000 orang dengan nilai transaksi mencapai Rp 107 miliar selama tiga hari pelaksanaan.
Optimisme itu didukung keikutsertaan lebih dari 60 tenant UMKM, termasuk 41 UMKM kopi binaan Bank Indonesia serta pelaku usaha produk lain seperti cokelat, teh, herbal, dan rempah-rempah.
"Alhamdulillah, tahun lalu Rp 107 miliar. Tahun ini kami mengharapkan transaksinya lebih tinggi karena tidak hanya kopi, teh, dan cokelat, tetapi juga banyak produk lain yang kami libatkan," ujar Rifki.
Sebelumnya: Polisi: Siswa Bawa Bom di MAN 3 Padang Tak Terafiliasi Jaringan Terorisme
Selanjutnya: Diduga Dicuri, 6 Km Kabel PJU Dishub Banten di 11 Jalan Hilang
Mungkin Anda suka
- Kenneth DPRD DKI Bantu Anak Disabilitas Saat Tinjau Proyek Saluran Air di Jakbar
- Alami Pendarahan Hebat, Warga Pulau Komodo Dievakuasi ke Labuan Bajo Pakai Speedboat
- 2 WNI Disandera di Myanmar, Komisi I DPR Minta Optimalkan Jalur Diplomasi
- 10 Hidangan Nasi Terenak di Indonesia Versi TasteAtlas, Ada Favoritmu?
- Kepergok Curi Kabel Rp 143 Juta, 2 Pria di Cikarang Ditangkap Polisi
- Kejari Tetapkan ASN Pemkab Bogor Tersangka Korupsi RSUD Parung, Langsung Ditahan
- Bocah di Bekasi Dianiaya Ibu Tiri saat Ditinggal Ayah Kerja di Luar Negeri
- Berbeda dari Standar Piala Dunia 2026, UEFA Batasi VAR untuk Kasus Simulasi
- Lestarikan Peradaban Leluhur, Gubernur Bobby Berkomitmen Revitalisasi Situs Tetegewo