Momok Tahunan Banjir di Kuta-Seminyak, Pemkab Badung Bangun Drainase dan Tambah Pompa Air
Waktu:2026-09-13 14:02:47 Sumber:HiburanDibaca (143)

Banjir yang kerap kali terjadi di kawasan Kuta dan Seminyak, Kabupaten Badung, saat musim hujan menjadi persoalan yang dikeluhkan warga dan wisatawan setiap tahun.
Genangan air kerap muncul di sejumlah ruas jalan, termasuk di kawasan Jalan Dewi Sri dan depan Kantor Kelurahan Seminyak.
Untuk mengurangi risiko banjir tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung membangun drainase pengendali banjir di Kecamatan Kuta dan menyiapkan penambahan pompa air berkapasitas besar di aliran Tukad Mati.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan bahwa banjir di kawasan Jalan Dewi Sri telah menjadi momok yang terjadi hampir setiap tahun saat musim hujan.
"Dulu, kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi," kata Adi Arnawa, Minggu (19/7/2026).
"Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati," ujarnya lagi.
Pembangunan drainase tersebut mencakup pekerjaan pembuangan irigasi dan saluran pengendali banjir dengan total ruas yang ditangani sepanjang 6.330 meter.
Pemkab Badung juga akan menambah pompa air dengan kapasitas 30.000 liter per detik yang akan digunakan untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa.
Adi Arnawa mengatakan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
"Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apa pun dan sebaik apa pun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kami, juga akan susah," katanya.
Dia menargetkan seluruh pekerjaan pengendalian banjir di kawasan Kuta dapat rampung pada November 2026, sehingga dapat berfungsi sebelum puncak musim hujan yang biasanya terjadi pada Desember.
Selain Kuta, Pemkab Badung juga akan menangani titik banjir di kawasan Seminyak, khususnya di depan Kantor Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung yang kerap tergenang saat hujan deras.
Proyek Masih Tunggu Studi Kelayakan Selesai
Untuk penanganan jangka panjang, menurut dia, Pemkab Badung berencana membangun embung sebagai penampung air dari wilayah utara.
Embung tersebut nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi Perumda Air Minum Tirta Mangutama.
"Kami akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara," pungkasnya.
Sebelumnya: Jangan Simpan Motor Listrik di Tempat Panas dan Lembab, Ini Alasannya
Selanjutnya: MTrans Pecat Kru Bus yang Diduga Lecehkan Penumpang Saat Perjalanan Malang-Denpasar
Mungkin Anda suka
- Merasa Jengkel Aliran Sungai Citaringgul Dikotori, Puluhan Emak-emak di Babakan Madang Turun Gunung
- Tak Ingin Pengendara Celaka, Pemulung di Padang Tambal Jalan Rusak dengan 60 Karung Puing Bangunan
- AI Mulai Jadi Teman Belanja, Konsumen Kian Percaya Rekomendasinya
- Lamborghini Sebut Teknologi EV Belum Matang
- Persija Resmi Rekrut Eks Gelandang Timnas Bosnia Stjepan Loncar
- Pemotor Ditabrak Mobil BYD di Jaksel, Pelaku Kabur, Korban Cedera di Kepala
- Wasit Sepak Bola dan Hakim Pengadilan
- Ada Konser Akbar di Monas, 13 KA Keberangkatan Gambir Bisa Naik dari Stasiun Jatinegara
- Ditunjuk Jadi Direktur Sepakbola, "Misi Penebusan" Alfredo Vera di Persipura