Benarkah "Remote Working" Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Waktu:2026-07-30 06:42:32 Sumber:OlahragaDibaca (143)

Bekerja dari jarak jauh seperti misalnya dari rumah atau coworking bisa mengurangi emisi karbon karena menghilangkan perjalanan ke kantor.
Namun, jika tidak berhati-hati, manfaat ini bisa hilang akibat biaya karbon dari penggunaan ruang rumah untuk bekerja.
Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah studi di jurnal PLOS Climate yang dilakukan Jana Z'Rotz dari Universitas Ilmu Pengetahuan Terapan dan Seni Lucerne, Swiss, bersama rekan-rekannya.
Melansir Phys, Rabu (15/7/2026) sistem kerja jarak jauh menjadi makin populer dalam beberapa tahun terakhir dan sering dianggap sebagai cara untuk mengurangi emisi karbon dengan memotong perjalanan karyawan.
Akan tetapi ada juga pendapat bahwa manfaat ini bisa berbalik akibat meningkatnya penggunaan listrik dan air di area kerja rumah.
Dalam penelitian ini, Z'Rotz dan rekan-rekannya menggunakan survei untuk mengumpulkan data. Mereka menghitung perkiraan biaya karbon dari kebiasaan perjalanan ke kantor, penggunaan ruang kerja di rumah, serta penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan pekerja jarak jauh.
Survei ini disebarkan secara online kepada para peserta di Swiss pada akhir tahun 2024. Peneliti menerima lebih dari 1.000 jawaban dari orang-orang yang telah bekerja secara jarak jauh dalam sebulan terakhir.
Perhitungan tim peneliti menunjukkan bahwa pekerja yang lebih sering bekerja dari jarak jauh menghasilkan lebih sedikit emisi dari perjalanan, sesuai dugaan.
Namun, manfaat ini sebagian besar hilang karena meningkatnya polusi karbon dari penggunaan rumah dan teknologi untuk bekerja, terutama ketika pekerja menggunakan ruang kantor terpisah di rumah mereka.
Oleh karena itu, bekerja dari jarak jauh tidak selalu memberikan dampak positif yang pasti terhadap pengurangan emisi kerja.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa bekerja dari jarak jauh tidak otomatis mengurangi emisi karbon. Perusahaan maupun perorangan yang ingin mengurangi jejak karbon mereka harus mempertimbangkan hal lain, seperti menggunakan ruang kerja rumah yang lebih kecil atau menggunakan tempat kerja jarak jauh bersama orang lain.
Para penulis mencatat bahwa hasil penelitian ini baru memberikan gambaran awal.
Penelitian ini masih menggunakan perkiraan emisi yang sederhana dan belum membandingkannya dengan kelompok pekerja yang selalu pergi ke kantor.
Mereka menyimpulkan bahwa penelitian di masa depan harus mengumpulkan data yang lebih luas untuk menemukan pilihan kerja yang paling ramah lingkungan sekaligus nyaman bagi pekerja.
"Di antara para pekerja jarak jauh, makin sering mereka bekerja dari rumah dan makin tersedianya ruang kantor khusus di rumah, makin tinggi pula polusi karbon yang dihasilkan dari penggunaan ruangan serta teknologi informasi dan komunikasi," tulis peneliti dalam studinya.
Sebelumnya: Mengenal Pelat Nomor Warna Hijau yang Hanya Berlaku di Wilayah Tertentu
Selanjutnya: Bukan Jadi Siomay, Ikan Sapu-sapu Diolah untuk Pakan Maggot di Jakbar
Mungkin Anda suka
- Kenapa "Paspamres-nya Donald Trump" Ikut Turun Tangan Periksa Kasus Febrie Adriansyah?
- Kapolresta Tangerang Sebut Hari Bhayangkara Jadi Momen untuk Berbenah
- Sambangi Anak Sayuti Melik, Wamensos Pastikan Kebutuhan Terpenuhi
- INFOGRAFIK: Hoaks Pemutihan Pajak Kendaraan 2026, Simak Bantahannya
- Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah
- Pelaku Utama Penyekap dan Penganiaya Wanita di Bekasi Ditangkap!
- Geger Mayat Membusuk Ditemukan di Rumah Kosong Tanah Sareal Bogor
- Kucing-kucing Penghuni Stasiun dan Ledakan Populasi yang Terus Bertambah
- Kabut Asap Ancam AS Jelang Final Piala Dunia, Trump Salahkan Kanada!