Plt Gubri: PAD Sering Kali Belum Mencukupi untuk Pembangunan
Waktu:2026-07-30 05:55:32 Sumber:OtomotifDibaca (143)

Plt Gubernur Riau SF Hariyantro menyoroti tingginya ketergantungan pemerintah daerah pada kucuran dana dari pemerintahan pusat, mulai dari Dana Alokasi Umum , Dana Alokasi Khusus , hingga Dana Bagi Hasil . Dana tersebut masih menjadi andalan pemda untuk merealisaikan pembangunan infrastruktur.
"Kita semua memahami struktur anggaran pendapatan daerah masih menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap pusat, baik DAU, DAK dan DBH. Pendapatan asli daerah sering kali belum mencukupi untuk pembangunan," kata SF saat acara Saresehan Nasional MPR di Pekanbaru, Senin .
SF menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah saat ini masih banyak tersedot untuk membiayai urusan wajib daerah. Hal ini mencakup pembiayaan pelayanan dasar di tengah ruang fiskal yang sangat terbatas.
Di samping itu, SF mengakui Pemerintah Provinsi Riau serta kabupaten dan kota setempat mengalami penurunan alokasi Transfer ke Daerah . Bahlan, sejak 2024 lalu, terdapat kurang bayar dana dari pusat yang nilainya menembus angka Rp 4,2 triliun.
"Masih terdapat kurang bayar dana bagi hasil dari pemerintah pusat ke Provinsi Riau dan kabupaten kota dengan total Rp 4,2 triliun. Dari jumlah tersebut kurang bayar kepada Pemerintah Provinsi Riau berada pada angka Rp 713 miliar dan kabupaten kota sebesar Rp 3,5 triliun," kata SF.
Simak juga Video 'Prabowo soal Proyek Gas Masela: Pembangunan Tidak Boleh Terhambat!':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Sidak Sekolah Rakyat Bali Rp 255 Miliar, Menteri PU Soroti Kegagalan Drainase
Selanjutnya: Bedah Trailer Avengers: Doomsday, Chris Evans Kembali Jadi Captain America
Mungkin Anda suka
- Setahun Diuji, Ini Alasan Baterai Solid-State Belum Dipakai ke Mobil
- Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang
- Lalin di Sejumlah Ruas Jalan Arteri Jakarta Macet
- AI Jadi Senjata Baru Kelompok Teroris? Ini Temuan Terbarunya
- Bangun Infrastruktur Digital, Emiten Hashim Adik Prabowo (WIFI) Dapat Pengakuan Global
- Pukul Siswanya dengan Mistar karena Tak Hafal Perkalian, Guru di Lubuklinggau Dilaporkan ke Polisi
- Bentrok Kelompok Bermotor dengan Warga di Makassar, Ratusan Orang Saling Serang, Motor Dibakar
- Kasus Pengeroyokan Ojol di Samarinda Berakhir Damai, Korban Terima Ganti Pengobatan Rp 10 Juta
- Bocah 6 Tahun Asal Mataram Tewas Tenggelam di Kolam Privat Glamping Kintamani Bali