Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas
Waktu:2026-07-30 06:42:29 Sumber:BisnisDibaca (143)

Seorang pria di Bangladesh tewas setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dipicu karena ejekan terkait kegagalan Lionel Messi mengeksekusi penalti. Insiden yang diawali dari perdebatan mengenai sepak bola berujung hilangnya nyawa korban.
Berdasarkan laporan media di Bangladesh, Mohammed Shariful Islam, 35 tahun, tewas setelah keributan memuncak saat menonton pertandingan Piala Dunia Argentina-Mesir di sebuah warung teh di Cumilla, Bangladesh.
Dalam pertandingan Argentina vs Mesir pada Selasa lalu, Yasser Ibrahim mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-15. Messi memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-21 tetapi gagal mengeksekusi penalti, setelah kiper Mostafa Shobeir melakukan penyelamatan gemilang.
Menurut laporan di The Daily Star, Shankar Kumar Das, penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, mengatakan bahwa pertengkaran terjadi setelah Messi gagal mengeksekusi penalti.
Seorang saksi mata mengatakan setelah kegagalan Messi tersebut, Shariful mengejek para pendukung Argentina.
"Bapakmu enggak bisa cetak gol ," ujar saksi itu menirukan Shariful.
Situasi pun berubah jadi "panas". Penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, Shankar Kumar Das, mengatakan saat perdebatan memanas dan berubah menjadi perkelahian, dua warga lokal yang diidentifikasi sebagai Babu dan Main Uddin Malu, diduga memukul kepala Shariful.
Shariful kemudian diselamatkan oleh warga setempat dan dibawa ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla, di mana ia dinyatakan meninggal.
Laporan lain di media Prothom Alo, mengutip warga setempat dan saksi, mengatakan Shariful, seorang pengemudi becak motor, mendukung Mesir selama pertandingan itu.
Istrinya, Beauty Banu, sangat berduka. "Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu," kata sang istri.
"Saya menginginkan hukuman terberat bagi mereka yang membunuh suami saya. Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur," ujarnya.
Sebelumnya: Tak Cukup Modal Sayang, Banyak Pemilik Kucing Menyerah Saat Ekonomi Makin Berat
Selanjutnya: Presiden LaLiga Konfirmasi Barcelona Kembali ke Aturan Rasio 1:1
Mungkin Anda suka
- Pengalaman Dedi Kurniawan Kuliah Kedokteran Gigi di Jerman: Buku Gratis, Rp 7 Juta per Semester
- Kepala Satuan Pelayanan Mendadak Hilang Usai Pamit Shalat, Dapur MBG di Blora Berhenti Beroperasi
- Gempa M 4,8 Guncang Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
- Bos Perusahaan Kirim Pesan Minta Maaf ke Istri Sebelum Akhiri Hidup di Hotel Jaksel
- Mengenal Pelat Nomor Warna Hijau yang Hanya Berlaku di Wilayah Tertentu
- Declan Rice: Skuad Terbaik Inggris yang Tinggal Menunggu "Waktunya"
- Pesona Tanaman Mirip Bunga Bangkai di Bekasi yang Bikin Penasaran Warga
- Mayoritas Warga AS Perkirakan Perang Iran Akan Lama
- 10 Tahun Mangkrak, Gibran Pastikan Jembatan Way Bunut Lampung Bisa Dilintasi Akhir Juli